Dibalik lagu pujian “mengikut Yesus keputusanku” atau dalam versi Inggris “I have decided to follow Jesus” ternyata menyimpan kisah tragis, lirik lagu ini diambil dari kisah nyata yang pernah terjadi beberapa ratus tahun yang lalu di Assam, India.
Beberapa ratus tahun yang lalu di sebuah desa kecil di Assam, India, ada sebuah keluarga, seorang pria dengan istri dan dua anaknya yang memutuskan untuk mengikut Tuhan Yesus dan mulai mengajak kerabat dan para tetangganya untuk ikut percaya kepada Yesus Kristus, hal ini tentunya membuat kehebohan dan kemarahan penduduk desa karena mereka menganggap bahwa keluarga tersebut telah menghianati dewa yang mereka percayai selama ini.
Kepala desa yang mendengar kejadian ini, merasa tidak senang lalu menangkap keluarga itu dan membawa seluruh anggota keluarga kehadapan warga desa untuk diadili. Sang kepala desa lalu memaksa agar pria beserta istri dan anak-anaknya untuk kembali ke dewa mereka dan menyangkal Yesus, atau mereka akan membunuh kedua anaknya.
“Jika kamu dan keluargamu tidak meninggalkan kepercayaan kalian ini, kami akan bunuh kedua anakmu !” kata sang kepada desa.
Pria ini menatap anak-anaknya, dia begitu mengasihi dan menyayangi kedua anaknya namun dia tahu bahwa dia tidak mungkin menyangkal Yesus, dan akhirnya pria itu berkata :
“I have decided to follow Jesus, no turning back.”
Kepala desa pun membunuh kedua anaknya. Dan ia masih memberikan kesempatan kepadanya untuk kembali ke dewa mereka.
“Jika kamu masih menolak untuk meninggalkan kepercayaanmu ini, istrimu akan kami bunuh!”
Pria itu membalasnya dengan mengatakan: “Tho’ none go with me, I still will follow Jesus. No turning back.”
Istrinya pun mati dibunuh.
Sang kepala desa lalu memberikan kesempatan terakhir kepada pria itu.
“Jika kamu masih tidak mau untuk meninggalkan kepercayaanmu ini, kamu akan kami bunuh!”
Tetapi pria itu malah melanjutkan lagunya: “The cross before me, the world behind me, no turning back.”
Dan pada akhirnya, pria itu pun dibunuh.
Pada akhir seluruh anggota keluarga itu mati dibunuh, namun kejadian tragis ini ternyata meninggalkan bekas yang begitu mendalam di hati sang kepala desa dan seluruh warga dewasa. Satu pertanyaan yang selalu hadir dalam hati mereka; “siapakah Yesus Kristus itu ? sehingga ada yang rela mengorban anaknya, istrinya, bahkan nyawanya sendiri ”.
Keajaiban pun terjadi, beberapa tahun setelah kejadian itu, banyak warga desa termasuk kepala desa yang pada akhirnya memilih dan memutuskan mengikut Yesus Kristus. Dan sejak itu, Kekristenan mulai tersebar, bukan hanya di desa itu, melainkan juga di daerah-daerah lain di sekitar desa itu.
Matius 16 : 24
"Lalu Yesus berkata kepada murid muridnya : “Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku”.
0 komentar
Posting Komentar
terima-kasih sudah berkunjung