Bertempat di Aula Paroki, Minggu 05 Januari 2020, Paroki Fransiskus
Xaverius Tanjung Priok menggelar Dialog Kebangsaan dengan tema “Menjadi Sahabat Bagi Semua”. Kegiatan tersebut boleh dibilang istimewa, sebab tidak hanya
dihadiri oleh umat Paroki Tanjung Priok, khususnya para pengurus Lingkungan dan
Wilayah, melainkan juga perwakilan dari umat Muslim, Protestan, Budha dan
Hindu.
Dialog Kebangsaan menghadirkan 4 narasumber, yaitu Ketua DPW Forum RT/RW
se-Jakarta Utara Bpk. H. Suaib, SH, Ketua DPD WALUBI DKI Jakarta Pdt. Liem Wira
Wijaya, ketua Peradah DKI Jakarta, Bpk Novri dan Pastor Kepala Paroki FX
Tanjung Priok, Romo Stephanus Tri Sunaring W, CM dan bertindak sebagai
moderator sdri. Maria Ginting.
![]() |
| Peserta Dialog Kebangsaan |
Dialog yang berlangsung selama kurang lebih dua jam diawali dengan
sambutan yang disampaikan oleh Romo Stephanus Tri Sunaring W, CM dan
dilanjutkan penayangan video perihal materi dialog. Pemaparan dari para
narasumber dimulai dari bpk. Novri yang menekankan perlunya penggunaan medsos
secara bijak terutama bagi kaum milenial, tidak mudah terprovokasi dengan berita hoax. Sementara itu Romo
Stephanus Tri Sunaring W, CM mengungkapkan perlunya menjaga dan merawat hubungan
persaudaraan ditengah masyarakat dan mampu bersikap adil. Keadilan yang tidak
diartikan sebatas sama rata atau sama rasa akan tetapi keadilan yang
berdasarkan kasih dan kerelaan untuk mau berbagi kepada yang membutuhkan. Ditambahkan
pula oleh H. Suaib bahwa keadilan juga dikaitkan dengan tugas dan
tanggung-jawab dan beliau juga mengajak kita semua untuk menjaga persatuan dan
kesatuan. Pdt. Liem Wira Wijaya, pada kesempatan ini mengingatkan pentingnya
membina hubungan lintas agama melalui komunikasi intens baik dengan berdialog,
saling mengunjungi ataupun membangun kerja-sama budaya, seni dan olahraga.
Dialog Kebangsaan semakin menarik ketika sdri. Maria Ginting yang
bertindak sebagai moderator memberikan kesempatan tanya jawab yang disambut
antusias oleh para peserta.
Acara Dialog Kebangsaan ditutup dengan pemberian cindera mata kepada
para nara sumber dilanjutkan makan siang bersama.
Semoga Dialog Kebangsaan ini bermanfaat bagi kita semua dan memberikan
pemahaman akan pentingnya membangun kebersamaan dalam keaneka-ragaman, menjadi
sabahat bagi semua dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

0 komentar
Posting Komentar
terima-kasih sudah berkunjung