Pada pertemuan Minggu ketiga yang diadakan di rumah bp. Arnold, mengusung tema “Keadilan menghadirkan rasa cukup”. Setelah pada dua pertemuan sebelumnya, kita banyak belajar dan memahani bahwa sesungguhnya keadilan dirindukan semua orang, setiap orang tentunya ingin diperlakukan adil dalam kehidupan sehari-hari. Isu keadilan harus menjadi perhatian kita bersama mengingat masih banyak yang mengalami ketidakadilan. Umat Sisilia diingatkan dan diharapkan untuk dapat berperan aktif memaknai dan melaksanakan keadilan, dimulai dari lingkungan terkecil, keluarga. Keadilan diwujudkan dari keluarga, dan bila keadilan sudah hadir ditengah-tengah keluarga, maka kita boleh berharap umat Sisilia akan mampu menghadirkannya di lingkungan sekitarnya.Pada pertemuan ketiga ini umat yang hadir diajak untuk memaknai keadilan seperti apa yang dapat menghadirkan rasa cukup bagi semua orang melalui aktivitas permainan/game yang dipandu oleh bpk. Nelson selaku ketua lingkungan Sisilia.
Setelah permainan umat diajak untuk merenung melalui bacaan Kitab Suci yang diambil dari Injil Matius 20: 1-4, 8 – 14 yang dibacakan oleh umat yang hadir secara bergiliran. Setelah melalui aktivas permainan dan bacaan Kitab Suci, umat diajak berdiskusi secara berkelompok perihal sikap dan hal sederhana apa yang dapat dilakukan untuk mewujudkan “keadilan menghadirkan rasa cukup” baik dalam keluarga, maupun komunitas atau lingkungan sekitarnya, dilanjutkan dengan sharing.
Dari hasil diskusi dan sharing diperoleh beberapa poin untuk mewujudkan rasa cukup bersama, baik melalui sikap dan tindakan yang dilakukan; kita harus memiki komitmen yang kuat atas setiap ucapan ataupun janji termasuk patuh dan mentaati setiap ketentuan dan aturan yang berlaku dalam keluarga maupun lingkungan atau wilayah, tidak iri hati atas karunia yang diterima orang lain, bersikap rendah hati, tidak bersikap sombong dan merasa lebih unggul dari orang lain namun juga tidak cepat berpuas diri dengan apa yang kita capai, tetapi harus terus berjuang untuk memperoleh yang lebih tinggi lagi, meski demikian tentunya kita tidak boleh hanya fokus pada mengejar hasil, harus diiringi dengan sikap bersyukur atas apa yang sudah kita capai, bahkan juga bersyukur ketika kita tidak mencapai apa-apa. Lebih dari itu kita juga harus mengapresiasi setiap usaha yang dilakukan orang lain terlepas dari hasil yang dicapai.
Selesai sesi diskusi dan sharing dilanjutkan doa penutup dan lagu “S’gala Puji Syukur” diikut “Doa Keluarga” menjadi penutup rangkaian acara pertemuan Minggu ketiga dalam masa Adven 2019.
Tuhan memberkati. Amin
0 komentar
Posting Komentar
terima-kasih sudah berkunjung